BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Masalah
Penelitian
Sosiolinguistik merupakan kajian yang banyak diminati oleh para linguis. Hal
ini mungkin saja disebabkan adanya fenomena bahwa baik bahasa maupun kehidupan
sosial dan budaya dalam masyarakat bersifat dinamis yang selalu bergerak. Sifat
kedinamisan ini membuat para ahli bahasa, baik dan luar maupun dalam negeri,
tertarik untuk menelitinya.
Pada
kajian penelitian sosiolinguistik, penulis mencoba meneliti bahasa yang
dikaitkan dengan prilaku orangtua muslim dalam memberi nama anak sebagai
identitas diri dan harapan untuk menjalani kehidupan sosial dan budaya di
masyarakat.
Manusia
sebagai makhluk sosial dan pengguna bahasa, nama merupakan sebuah bahasa
komunikasi manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Nama merupakan kata- kata
yang menjadi label pada setiap makhluk, benda, aktivitas, dan peristiwa di
dunia ini (Djajasudarma, 1993: 30).
Karna
nama merupakan bahasa komunikasi manusia, maka penamaan anak oleh orangtua akan
berbeda-beda antara orangtua yang satu dengan yang lainnya. Nama anak merupakan
bahasa yang mewakili bahasa fikiran orangtua yang terasosiasi dengan
lingkungannya. Setiap orangtua memiliki alasan dan harapan tersendiri pada nama
yang diberikan kepada anaknya. Ada banyak faktor yang melandasi penamaan anak
oleh orang tua, seperti nama gabungan, idealisme, publik pigur, tokoh
pewayangan, harapan, dan bahkan nama anak yang dipakai terkadang diberikan
orang tua karna terdapat suatu kaitan dengan peristiwa tertentu.
1.2 Pembatasan
dan Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
nama anak di Kelas 4 dan 5 SD Neglasari Jatinangor?
2.
Bagaimana
harapan orangtua muslim terhadap nama anaknya di Kelas 4 dan 5 SD Neglasari
Jatinangor?
3.
Bagaiman
hubungan nama anak dengan harapan orangtua muslim di kelas 4 SD Neglasari
Jatinangor?
1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
1.
Mengetahui
bagaimana nama anak di kelas 4 dan 5 SD Neglasari Jatinangor;
2.
Mengetahui
bagaimana harapan orangtua muslim terhadap anaknya di kelas 4 dan 5 SD
Neglasari Jatinangor;
3.
Mengetahui
bagaimana hubungan antara nama anak dengan harapan orangtua muslim di kelas 4
SD Neglasari Jatinangor.
1.3.2 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan penulis
bisa mengetahui dan menarik kesimpulan dari kajian sosiolinguistik terhadap hubungan
nama anak dengan harapan orangtua muslim di kelas 4 dan5 SD Neglasari
Jatinangor.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Fungsi dan Kedudukan Nama
Kedudukan nama dalam kehidupan manusia
berfungsi sebagai identitas dan penjaga hubungan sosial sehingga kelangsungan
komunikasi antar manusia yang satu dengan yang lainnya menjadi lancar. Hal ini
sebagaimana Halliday (1973) memandang fungsi bahasa sebagai interaksional,
yaitu fungsi yang mengacu pada pembinaan mempertahankan hubungan sosial antar
penutur dengan menjaga kelangsungan komunikasi.
Dalam
memberikan nama anak, setiap orangtua memiliki tujuan dan harapan tersendiri sebagai implementasi
fikirannya. Nama seorang anak seperti halnya bahasa bisa memberikan gambaran
jalan pikiran dari orangtuanya. Hipotesis Sapir-Whorf yang bila
disederhanarkan akan berarti bahwa jalan pikiran manusia dibentuk oleh bahasa
yang dipakainya atau bahasa menentukan cara dan jalan pikir manusia (Anwar,
1984:86 dan 1994:14). Lebih jauh dijelaskan Anwar, suatu bangsa yang berbeda
bahasanya dari suatu bangsa akan mempunyai jalan pikiran yang berbeda pula.
Perbedaan-perbedaan budaya dan jalan pikiran manusia berhulu dari perbedaan.
Tanpa adanya bahasa, manusia tidak mempunyai pikiran sama sekali.
Para
ahli sosiologi berpendapat bahwa nama yang berikan orangtua kepada anaknya akan
mempengaruhi kepribadian, kemampuan anak dalam berinteraksi dengan orang lain,
dan bagaimana cara orang menilai diri pemilik namanya.
Banyak
alasan dan pertimbangan para orangtua dalam memilihkan nama anak. Ada yang
menyukai anaknya memiliki nama yang unik dan tidak ‘pasaran’. Hal ini dikarnakan orangtua hawatir ketika nama
anaknya dipanggil didepan umum, ternyata ada banyak anak yang menoleh karena
kebetulan namanya sama. Ada yang lebih suka anaknya memiliki nama yang singkat
dan mudah diingat. Orang tua seperti ini memiliki alasan, bahwa anaknya kelak
ketika dipanggil akan memakai nama bapaknya di belakang namanya. Walaupun
pernah kejadian orang Indonesia yang diharuskan mengisi suatu formulir di negara
Eropa agak kebingungan karena diharuskan mengisi kolom nama keluarga. Padahal
sebagaimana juga kebanyakan orang Indonesia, nama yang ada di kartu
indentitasnya hanya nama tunggal, tanpa nama keluarga atau bin/binti.
Beberapa
orangtua lain memilihkan nama yang megah untuk anak mereka. Sementara bagi
kalangan tertentu ada kepercayaan jika anak ‘keberatan nama’ nanti bisa
sakit-sakitan. Sebagian orang ada yang menganggap nama sebagai sesuatu yang
biasa, sekedar identitas yang membedakan seseorang dengan yang lain. Ada lagi
yang memilihkan nama untuk anaknya berdasarkan rasa penghargaan terhadap
seseorang yang dianggap telah berjasa atau dikagumi. “As a tribute to,”
demikian alasannya.
Sebagai
orangtua, kita perlu tahu makna dari sebuah nama dan mempertimbangkan yang
terbaik untuk anak kita. Bayangkan bahwa anak kita akan menyandang nama
tersebut sejak tertulis di akte kelahiran, hingga di hari akhir nanti.
Bagi
umat muslim, nama adalah doa yang berisi harapan masa depan bagi pemilik nama.
Para calon orangtua yang peduli tidak hanya berusaha memilih nama yang indah
bagi anaknya, tapi juga nama yang memiliki arti yang baik dan memberikan dampak
atau sugesti kebaikan bagi anak. Dr. Abdullah Nashih Ulwan dalam buku Pedoman
Pendidikan Anak dalam Islam menyebutkan beberapa hal penting tentang pemberian
nama kepada anak. Menurut beliau kita para orangtua hendaknya:
1.
Memberikan
nama segera setelah bayi dilahirkan. Lamanya berkisar antara sehari hingga
tujuh hari setelah dilahirkan. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda,
“Tadi malam telah lahir seorang anakku. Kemudian aku menamakannya dengan nama
Abu Ibrahim.” (Muslim).
Dari
Ashhabus-Sunan dari Samirah, Rasulullah saw. bersabda, “Setiap anak itu
digadaikan dengan aqiqahnya. Disembelihkan (binatang) baginya pada hari ketujuh
(dari hari kelahiran)nya, diberi nama, dan dicukur kepalanya pada hari itu.”
2.
Memperhatikan
petunjuk pemberian nama, dengan mengatahui nama-nama yang disukai dan dibenci.
Ada pun nama-nama yang dianjurkan Rasulullah saw. adalah:
a.
Nama-nama
yang baik dan indah. Rasulullah saw. menganjurkan, “Sesungguhnya pada hari
kiamat nanti kamu sekalian akan dipanggil dengan nama-nama kamu sekalian dan
nama-nam bapak-bapak kamu sekalian. Oleh karena itu, buatlah nama-nama yang
baik untuk kamu sekalian.”
b.
Nama-nama
yang paling disukai Allah yaitu Abdullah dan Abdurrahman.
c.
Nama-nama
para nabi seperti Muhammad, Ibrahim, Yusuf, dan lain-lain.
Sedangkan nama-nama yang sebaiknya dihindari
adalah:
a.
Nama-nama yang dapat mengotori kehormatan, menjadi bahan
celaan atau cemoohan orang;
b.
Nama yang berasal dari kata-kata yang mengandung makna
pesimis atau negative;
c.
Nama-nama yang khusus bagi Allah swt. seperti Al-Ahad,
Ash-Shamad, Al-Khaliq, dan lain-lain.
Orangtua
seharusnya berusaha memberikan sebutan nama yang baik, indah dan disenangi
anak, karena nama seperti itu dapat membuat mereka memiliki kepribadian yang
baik, memumbuhkan rasa cinta dan menghormati diri sendiri. Kemudian mereka
kelak akan terbiasa dengan akhlak yang mulia saat berinteraksi dengan
orang-orang disekelilingnya.
Anak
juga perlu mengetahui dan paham tentang arti namanya. Pemahaman yang baik
terhadap nama mereka akan menimbulkan perasaan memiliki, perasaan nyaman,
bangga dan perasaan bahwa dirinya berharga.
Bagi
lingkungan keluarga, adalah hal yang penting untuk menjaga agar nama anak-anak
mereka disebut dan diucapkan dengan baik pula. Sebab ada kebiasaan dalam
masyarakat kita yang suka mengubah nama anak dengan panggilan, julukan, atau
nama kecil. Sayangnya nama panggilan ini terkadang malah mengacaukan nama
aslinya. Nama panggilan ini kadang selain tidak bermakna kebaikan juga bisa
mengandung pelecehan. Hal ini kadang terjadi karena nama anak terlalu sulit
dilafalkan, baik oleh orang-orang disekitarnya bahkan bagi anaknya sendiri.
Nama
yang terdiri dari tiga suku kata atau lebih akan membuat orang menyingkat nama
tersebut menjadi satu atau dua suku kata. Misalnya Muthmainah akan disingkat
menjadi Muti atau Ina. Sedangkan nama yang memiliki huruf ‘R’ biasanya akan
lebih sulit dilafalkan anak yang cenderung cedal pada usia balita. Maka
nama-nama seperti Rofiq (yang artinya kawan akrab) akan dilafalkan menjadi
Opik, nama Raudah (taman) dilafalkan menjadi Auda.
Nama
yang unik dan berbeda apalagi megah, mungkin memiliki keuntungan tersendiri.
Namun nama yang demikian dapat menyebabkan beberapa masalah. Nama yang sulit
diucapkan dapat membuat orang-orang sering salah mengucapkan atau
menuliskannya. Ada suatu penelitian yang menunjukkan bahwa orang sering
memberikan penilaian negatif pada seseorang yang memiliki nama yang aneh atau
tidak biasa. Dr. Albert Mehrabian, PhD. melakukan penelitian tentang bagaimana
sebuah nama mengubah persepsi orang lain tentang moral, keceriaan, kesuksesan,
bahkan maskulinitas dan feminitas. Dalam pergaulan anak yang memiliki nama yang
tidak biasa mungkin akan mengalami masa-masa diledek atau diganggu oleh
teman-temannya karena namanya dianggap aneh. Pernah mendengar ada seseorang
yang bernama Rahayu ternyata seorang laki-laki?
Jika
ingin menamai anak dengan nama orang lain, ada baiknya memilih nama orang yang
sudah meninggal dunia dan telah terbukti kebaikannya. Jika orang tersebut masih
hidup, dikuatirkan suatu saat orang tersebut berubah atau mengalami kehidupan
yang tercela. Sudah banyak contoh orang-orang yang pada sebagian hidupnya
dianggap sebagai orang besar, ternyata di kemudian hari atau di akhir hayatnya
digolongkan sebagai orang yang banyak dicela masyarakat. Kita harus menjaga
jangan sampai anak kita menanggung malu karena suatu saat dirinya diasosiasikan
dengan orang yang tidak baik.
Beruntunglah
kita, karena di Indonesia nama-nama Islami sangat biasa dan banyak. Sehingga
tidak ada alasan merasa malu atau aneh memiliki nama yang Islami. Hanya saja
mungkin dari segi kepraktisan perlu dipertimbangkan nama anak yang cukup mudah
diucapkan, tidak terlalu pasaran tapi tidak aneh, dan sebuah nama yang akan
disandang anak kita dengan bangga sejak masa kanak-kanak hingga dewasa nanti.
2.2 Urgensi
Pemberian Nama Terbaik di
Pandang dari Sudut Pandang Islam.
Nama
dalam bahasa Arab disebut dengan isim.Makna isim bisa jadi adalah alamat
(tanda).Isim juga bisa bermakna as samuu (sesuatu yang tinggi). Sehingga isim
(nama) adalah tanda yang tertinggi (mencolok) pada seseorang. Dengan nama
inilah akan membedakan seseorang dan lainnya. Di antara maksud inilah para
ulama bersepakat (berijma) tentang wajibnya pemberian nama pada laki-laki dan
perempuan. Sehingga tidak boleh seseorang pun di muka bumi ini yang tidak
memiliki nama. Karena jika tidak punya nama, bagaimana bisa membedakannya dari
manusia lainnya.
Karena
pentingnya seseorang memiliki nama, sampai-sampai para pakar hadits ketika
menemukan hadits terdapat seorang perowi yang mubham (tidak dikenal namanya),
mereka pun mendhoifkan hadits tersebut sampai diketahui jelas siapa nama perowi
tersebut.
Di
antara urgensi pemberian nama terbaik disebabkan nama dapat membawa pengaruh
pada orang yang diberi nama. Oleh karena itu, orang Arab mengatakan,
لِكُلِّ
مُسَمَّى مِنْ اِسْمِهِ نَصِيْبٌ
"Setiap orang akan
mendapatkan pengaruh dari nama yang diberikan padanya."
Ini menunjukkan bahwa jika nama
yang diberikan adalah nama yang terbaik, maka atsarnya (pengaruhnya) pun baik.
Oleh karenanya, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menyatakan bahwa nama yang
terbaik adalah Abdullah karena nama tersebut menunjukkan penghambaan murni pada
Allah. Begitu pula, dalam beberapa hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam
melarang memberi nama dengan nama yang buruk seperti Ashiyah (wanita yang
bermaksiat, dengan huruf ain dan shod), Hazn (sedih) dan Zahm (sempit).
Intinya,
nama begitu pengaruh dalam diri orang yang diberi nama. Coba bayangkan
bagaimana jika seorang anak diberi nama dengan Hazn (sedih), pasti ia akan jadi
orang yang terus-terusan bersedih karena mengingat namanya tersebut. Itulah
urgensi penting dalam pemberian nama bagi seorang anak.
Pengaruh
lainnya lagi, dari nama terbaik, seseorang dapat mengetahui bagaimanakah
orangtuanya. Orangtuanya dapat diketahui dari nama anaknya, apakah orangtuanya
itu sholih atau tholih (lawan dari sholih). Sebagaimana orang arab pun
mengatakan,
مِنْ
اِسْمِكَ أَعْرِفُ أَبَاكَ
"Dari namamu, aku bisa
mengetahui bagaimanakah ayahmu."
Dari nama yang baik pula,
seseorang bisa menyebarkan kebaikan. Lihatlah bagaimana jika seseorang diberi
nama "Musa". Dari nama ini, setiap orang yang mendengar nama tersebut
bisa mengingat bagaimanakah sifat dan akhlaq mulia dari Nabi Musa alaihis
salam. Oleh karena itu, pemberian nama yang baik di sini termasuk menyebar
sunnah hasanah di tengah-tengah umat. Maksud kami ini sebagaimana disebutkan
dalam hadits,
مَنْ
سَنَّ فِى الإِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ
بِهَا
"Barangsiapa yang memulai
mengerjakan perbuatan baik dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahalanya dan
pahala orang yang mencontoh perbuatan itu." (HR. Muslim no. 1017).
Dari penjelasan diatas, ini merupakan di antara urgensi memberi nama yang baik pada seorang anak.
2.3
Waktu Terbaik dalam Pemberian Nama Menurut Islam
Mengenai
waktu terbaik dalam pemberian nama dapat kita lihat dalam hadits-hadits
berikut.
Dari Anas bin Malik, ia berkata
bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
وُلِدَ
لِىَ اللَّيْلَةَ غُلاَمٌ فَسَمَّيْتُهُ بِاسْمِ أَبِى إِبْرَاهِيمَ
"Semalam telah lahir anakku
dan kuberi nama seperti ayahku yaitu Ibrahim." (HR. Muslim no. 2315).
Dari Abu Musa, ia mengatakan,
وُلِدَ
لِى غُلاَمٌ ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - فَسَمَّاهُ
إِبْرَاهِيمَ ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ ، وَدَفَعَهُ
إِلَىَّ ، وَكَانَ أَكْبَرَ وَلَدِ أَبِى مُوسَى .
"Anak laki-lakiku lahir,
kemudian aku membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau lalu
memberinya nama Ibrahim, beliau menyuapinya dengan kunyahan kurma dan
mendoakannya dengan keberkahan, setelah itu menyerahkannya kepadaku."
Ibrahim adalah anak tertua Abu Musa."(HR. Bukhari no. 5467, 6198 dan
Muslim no. 2145).
Dari Samurah bin Jundub bahwa
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,
كُلُّ
غُلاَمٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ
وَيُسَمَّى
"Setiap anak tergadaikan
dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuhnya, dicukur
rambutnya dan diberi nama." (HR. Abu Daud no. 2838, An Nasai no. 4220,
Ibnu Majah nol. 3165, Ahmad 5/12. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini
shahih).
Dari hadits Abu Musa di atas,
Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan, "Hadits ini menunjukkan bahwa Abu Musa
bersegera membawa bayinya yang baru lahir kepada Nabi shallallahu alaihi wa
sallam, lalu ditahnik setelah diberi nama sebelumnya.Dalil ini menunjukkan
bahwa bersegera dalam pemberian nama pada anak itu lebih baik, dan tidak mesti
menunggu pemberian nama pada hari ketujuh."
Al Baihaqi mengatakan,
"Hadits yang membicarakan pemberian nama pada anak di hari kelahiran lebih
shahih daripada hadits yang menunjukkan pemberian nama pada hari ketujuh."
Syaikh
Bakr Abu Zaid rahimahullah dalam kitabnya Tasmiyatul Mawlud mengatakan,
"Terdapat dalam sunnah Nabi shalllallahu alaihi wa sallam bahwa pemberian
nama itu ada tiga waktu:
1.
Di hari kelahiran,
2.
Sampai hari ketiga dari hari kelahiran,
3.
Di hari ketujuh dari kelahiran,
Perbedaan ini adalah perbedaan
variatif dan dalam hal ini ada kelonggaran untuk memilih salah satunya."
Apa
yang disebutkan oleh Syaikh Bakr Abu Zaid sama halnya dengan yang disebutkan
oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Tuhfatul Mawdud. Namun
sebagaimana kata Ibnu Hajar di atas, dalam pemberian nama lebih cepat itu lebih
baik yaitu lebih bagus memberi nama pada hari pertama. Wallahu alam.
2.4
Pemberian Nama dan Nasab Menjadi Hak Ayah (Bukan
Ibu)
Ibnul
Qayyim rahimahullah mengatakan,"Mengenai pemberian nama menjadi hak ayah
itu tidak ada perselisihan di antara para ulama. Hadits-hadits sebelumnya (yang
membicarakan tentang pemberian nama, pen) juga menunjukkan akan hal ini. "
Beliau rahimahullah juga
mengatakan, "Sebagaimana tidak ada perselisihan bahwa ayah yang berhak
memberi nama, maka tidak ada perselisihan pula mengenai masalah anak dipanggil
dengan nama ayahnya bukan dengan nama ibunya. Sehingga anak tersebut dipanggil
dengan fulan bin fulan (dan bukan fulan bin fulanah, pen). Di antara dalil yang
menunjukkan hal ini, firman Allah Taala,
ادْعُوهُمْ
لِآَبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ
"Panggilah mereka dengan
(memakai) nama bapak-bapak mereka."(QS.Al-Ahzab: 5).
Anak
hanyalah mengikuti ibunya dalam masalah merdeka atau budak. Sedangkan ia tetap
mengikuti ayahnya dalam nasab dan dalam pemberian nama."
Dalil lain yang dapat kita lihat
adalah hadits dari Ibnu Umar, dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda,
إِذَا
جَمَعَ اللَّهُ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرْفَعُ لِكُلِّ
غَادِرٍ لِوَاءٌ فَقِيلَ هَذِهِ غَدْرَةُ فُلاَنِ بْنِ فُلاَنٍ
"Apabila Allah mengumpulkan
orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir kelak di hari Kiamat,
maka akan dikibarkan bendera bagi setiap pengkhianat, lalu dikatakan, 'Ini
adalah bendera si fulan bin fulan'." (HR. Muslim no. 1735).
Hadits
ini menunjukkan bahwa seseorang akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama
bapak mereka (fulan bin fulan), bukan nama ibu mereka (fulan bin fulanah).
2.5
Urutan Nama Terbaik Bagi Anak
1
Nama Abdullah dan Abdurrahman
Dalam
ktab Al Adzkar, Imam An Nawawi Asy Syafii rahimahullah menyebutkan Bab
"Penjelasan nama yang paling dicintai oleh Allah". Lantas beliau
bawakan dua hadits berikut ini.
Dari Ibnu Umar, Rasulullah
shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ
أَحَبَّ أَسْمَائِكُمْ إِلَى اللَّهِ عَبْدُ اللَّهِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ
"Sesungguhnya nama kalian
yang paling dicintai di sisi Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman."(HR.
Muslim no. 2132).
Dari Jabir bin Abdillah, ia
berkata,
وُلِدَ
لِرَجُلٍ مِنَّا غُلاَمٌ فَسَمَّاهُ الْقَاسِمَ فَقُلْنَا لاَ نَكْنِيكَ أَبَا
الْقَاسِمِ وَلاَ كَرَامَةَ . فَأَخْبَرَ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم -
فَقَالَ « سَمِّ ابْنَكَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ »
"Seorang laki-laki di
antara kami ada yang memiliki anak, kemudian dia memberi nama "Al
Qasim". Maka kami berkata, "Kami tidak akan menjuluki kamu dengan Abu
Al Qasim dan kami tidak akan memuliakannya.Lalu orang tersebut memberitahukan
kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Maka beliau bersabda, "Berilah
anakmu nama Abdurrahman." (HR. Bukhari no. 6186).
Kedua nama ini memiliki
keunggulan dari segi:
a.
Nama ini mengandung sifat penghambaan yang khusus
antara hamba dan Allah dibanding dengan nama-nama (yang bersandar pada asmaul
husna) lainnya. Karena nama Abdullah mengandung sifat ubudiyah (penghambaan
dalam ibadah) dan ini hanya ada kaitannya antara Allah dan hamba. Begitu pula
nama Abdurrahman mengandung sifat ubudiyah (penghambaan) karena sifat Ar Rahman
adalah sifat rahmat yang khusus antara hamba dan Allah.
b.
Nama berupa penghambaan yang terdapat dalam kedua nama
tersebut dikhususkan dalam Al Quran dari nama-nama terbaik lainnya. Semisal
dapat ayat-ayat berikut:
وَأَنَّهُ لَمَّا قَامَ عَبْدُ اللَّهِ يَدْعُوهُ كَادُوا
يَكُونُونَ عَلَيْهِ لِبَدًا
"Dan
bahwasanya tatkala Abdullah (yaitu hamba Allah, Muhammad) berdiri menyembah-Nya
(mengerjakan ibadat), hampir saja jin-jin itu desak mendesak
mengerumuninya." (QS. Al Jin: 19).
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ
هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
"Dan
Ibadurrahman (hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang) itu (ialah) orang-orang
yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil
menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung)
keselamatan." (QS. Al Furqon: 63).
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا
تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
"Katakanlah:
"Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu
seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik)" (QS. Al
Isro: 110).
c.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi nama pada
anak pamannya (Al Abbas) dengan nama Abdullah.
d. Sekitar
300 sahabat Nabi memiliki nama Abdullah.
2
Nama bentuk penghambaan pada asmaul husna lainnya, seperti Abdul Aziz,
Abdul
Malik, Abdur Rozaq, Abdul Halim, dan Abdul Muhsin.
3
Nama para Nabi dan Rasul Allah
Seperti Adam, Nuh,
Musa, Ibrahim, Isa dan Muhammad, yang intinya ada 25 nama Nabi yang disebutkan
dalam Al Quran.
Dari Al Mughirah
bin Syu'bah ia berkata, "Ketika aku mendatangi kota Najran, para
penduduknya bertanya kepadaku: Sesungguhnya kalian membaca "Wahai saudara
Harun". Padahal Musa hidup sebelum Isa berjarak beberapa tahun. Maka
ketika aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, aku
menanyakan hal itu kepada beliau, dan beliau pun menjawab:
إِنَّهُمْ
كَانُوا يُسَمُّونَ بِأَنْبِيَائِهِمْ وَالصَّالِحِينَ قَبْلَهُمْ
"Dulu mereka memberi nama
dengan nama-nama para Nabi mereka dan orang-orang shaleh dari kaum sebelum
mereka." (HR. Muslim no. 2135).
Dalil lainnya adalah bolehnya
memiliki nama seperti nama "Muhammad", nama Nabi kita. Bahkan nama
inilah yang terbaik dari nama para Nabi alaihimus salam lainnya. Dari Abu
Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
تَسَمَّوْا
بِاسْمِى وَلاَ تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِى
"Berilah nama dengan namaku
(Muhammad) dan janganlah kalian berkunyah dengan kunyahku (Abul
Qosim)".(HR. Bukhari no. 6187 dan Muslim no. 2134).
An Nawawi membawakan
hadits-hadits di atas dalam Bab "Larangan berkunyah dengan Abul Qosim dan
penjelasan mengenai nama-nama yang disunnahkan." Hal ini menunjukkan bahwa
nama para Nabi dan Rasul adalah di antara nama terbaik yang bisa digunakan.
An Nawawi dalam
Syarh Muslim menjelaskan, "Dari hadits ini sekelompok ulama berdalil bahwa
bolehnya memberi nama dengan nama para Nabi alaihimus salaam, bahkan ini adalah
ijma (kesepakatan) ulama. Kecuali Umar bin Khottob yang berpendapat agak
sedikit berbeda dalam hal ini."
4. Nama orang sholeh
Dalil hal ini sudah
disebutkan sebelumnya dalam hadits Al Mughirah bin Syu'bah. Yang paling baik
digunakan adalah nama para sahabat karena merekalah generasi terbaik dari umat
ini. Seutama-utama dari mereka adalah para Khulafaur Rosyidin, yaitu Abdullah
(Abu Bakr), Umar, Utsman, dan Ali.
Untuk anak
perempuan bisa menggunakan nama istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam
(Ummahatul Mukminin). Menurut pendapat yang kuat, istri yang dinikahi oleh Nabi
shallallahu alaihi wa sallam ada 11:
1.
Khadijah binti Khuwailid;
2.
Saudah binti Zumah;
3.
Aisyah binti Abu Bakar Ash Shidiq;
4.
Hafshoh binti Umar bin Al Khaththab;
5.
Zainab binti Khuzaimah;
6.
Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah;
7.
Zainab binti Jahsy bin Rayyab;
8.
Juwairiyyah binti Al Harits;
9.
Ummu Habibah Romlah binti Abu Sufyan;
10. Shofiyah
binti Huyai bin Akhthab;
11. Maimunah
binti Al Harits.
Sebagai contoh yang
menggunakan nama sahabat adalah anak-anak Az Zubair bin Al Awam. Beliau
menamakan sembilan anaknya dengan nama para sahabat yang mengikuti perang
Badar. Anak-anaknya tersebut diberi nama:
1.
Abdullah;
2.
Al Mundzir;
3.
Urwah;
4.
Hamzah;
5.
Jafar;
6.
Mushab;
7.
Ubaidah;
8.
Kholid;
9.
Umar.
5. Nama lainnya yang memenuhi syarat dan
adab.
1.
Menggunakan bahasa Arab.
Dari sini,
menunjukkan terlarangnya menggunakan nama-nama bukan Arab seperti Joseph,
Robert, Markus, Julia dan Diana.
2. Memiliki susunan dan makna
yang bagus.
Sehingga
dari sini tidak boleh menggunakan nama makruh dan terlarang. Begitu juga
terlarang menggunakan nama yang mengandung celaan dan mengandung tazkiyah
(menetapkan kesucian dirinya). Oleh karena itu, nama semacam ini Nabi
shallallahu alaihi wa sallam sampai merubahnya.
Ath
Thobari rahimahullah mengatakan, "Tidak sepantasnya seseorang memakai nama
dengan nama yang jelek maknanya atau menggunakan nama yang mengandung tazkiyah
(menetapkan kesucian dirinya), dan tidak boleh pula dengan nama yang mengandung
celaan. Seharusnya nama yang tepat adalah nama yang menunjukkan tanda bagi
seseorang saja dan bukan dimaksudkan sebagai hakikat sifat. Akan tetapi,
dihukumi makruh jika seseorang bernama dengan nama yang langsung menunjukkan
sifat dari orang yang diberi nama. Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wa
sallam pernah mengganti beberapa nama ke nama yang benar-benar menunjukkan
sifat orang tersebut. Beliau melakukan semacam itu bukan maksud melarangnya,
akan tetapi untuk maksud ikhtiyar (menunjukkan pilihan yang lebih baik)."
2.7 Adab Dalam Pemberian Nama
:
1. Menggunakan
nama sesuai urutan terbaik yang telah kami jelaskan di awal;
2. Menggunakan
nama yang terdiri dari huruf yang jumlahnya sedikit;
3. Menggunakan
nama yang mudah diucapkan di lisan;
4. Memudahkan
orang yang mendengar untuk mengingatnya;
5. Menggunakan
nama yang cocok dengan orang yang diberi nama dan tidak keluar dari kebiasaan
yang dipakai dalam agamanya atau masyarakat sekitarnya.
Dari penjelasan
adab tambahan ini menunjukkan bahwa nama yang kurang bagus adalah nama yang
terdiri dari banyak kata seperti: Andika Syarifudin Guntur Prasetyo, Linggar
Simping Pembayun Retno Utami. Nama ini kurang disukai karena orang-orang akan
beranggapan bahwa satu nama ini terdiri dari beberapa orang. Inilah sisi kurang
bagusnya untuk nama-nama semisal itu.
BAB III
PROSEDUR PENELITIAN
3.1 Sumber Data
Sumber
data dalam penelitian ini, kami ambil dari daftar absen siswa kelas 4 dan 5 di
SD Jatinanggorsebanyak 54
siswa.Kemudian dari data-data tersebut kami tindak lanjuti dengan menyebarkan kuisioner kepada orangtua
siswa untuk memperoleh data sejarah dari nama-nama siswa tersebut. Data ini
diambil ditujukan sebagai sample untuk bahan kajian sosiolinguistik dalam
menganalisis hubungan nama anak dengan orangtua siswa muslim di SD Jatinanggor.
3.2 Metode Penelitan
Metode
penelitian merupakan suatu cara untuk mendapatkan pemecahan terhadap masalah
penelitian. Tujuan umum penelitian adalah untuk memecahkan masalah, maka
langkah yang harus ditempuh relevan dengan masalah yang dirumuskan.
Sesuai dengan masalah yang akan diteliti,
penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif dan kualitatif. Penelitian
deskriptif adalah penelitian yang berusaha menggambarkan dan
menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya (Hartoto, 2009).
Lebih lanjut Hartoto juga
menjelaskan bahwa, dengan metode deskriptif, penelitian memungkinkan untuk
melakukan hubungan antar variabel, menguji hipotesis, mengembangkan
generalisasi, dan mengembang-kan teori yang memiliki validitas universal.
Hal serupa
dikemukakan oleh Sugiyono (2008: 21) yang mende-finisikan metode deskriptif
sebagai,
“metode
yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang
diteliti melalui data sampel atau populasi sebagaimana adanya, setelah itu melakukan
analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.”
Sedangkan penelitian
kualitatif penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme,
digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya
adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan
sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi
(gabungan), analisa data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian
kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono,
2007: 15).
Berdasarkan jenis
penelitian yang dilaksanakan yaitu deskriptif dan kualitatif, maka metode
penelitian yang digunakan adalah survey.
Menurut Sugiyono (2007: 12) metode survey
merupakan metode penelitian yang gunakan untuk mendapatkan data dari tempat
tertentu yang alamiah (bukan buatan), tetapi peneliti melakukan perlakukan
dalam pengumpulkan data, misalnya dengan mengedarkan kuisioner, tes, wawancara
tersetruktur, dan sebagainya (pelakuan tidak seperti dalam ekperimen).
3.3 Teknik Pengumpulan dan Pengolahan data
Data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang
diperoleh melalui dokumentasi yang dimiliki sekolah berupa biodata siswa.
Menurut Sugiono (2006: 129),” Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak
langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau
lewat dokumen”
Untuk
mengetahui hubungan nama anak dengan harapan orangtua muslim, penulis melakukan
beberapa tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.
Mendapatkan data berupa daftar absen siswa kelas 4 dan
5 di SD Jatinanggor.
2.
Membagikan kuisioner kepada orangtua siswa untuk
mengetahui latar belakang
penamaan dari para siswa kelas 4 dan 5 SD Jatinanggor.
3.
Melakukan pengolahan data yang telah didapat, kemudian
melakukan analisis untuk mendapatkan hubungan dari nama-nama siswa dengan
harapan orangtuanya yang muslim.
4.
Berdasarkan analisis tersebut akan ditarik kesimpulan.
Seperti
yang sudah penulis jelaskan, bahwa metode penelitian yang kami pakai merupakan
penelitian survey dan bersifat sederhana.Penulis hanya mengumpulkan data-data
dan mengolahnya untuk menarik kesimpulan.
3.4 Instrumen Penelitian
Instrument penelitian
yang penulis gunakan untuk mengumpulkan dan mengolah data adalah berupa daftar absen, kuisioner, dan perangkat
lunak excel.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Data
Daftar
nama-nama siswa yang dikumpulkan, penulis ambil pada tahun 2011 pada kelas 4
dan 5 SD Jatinanggor. Pengumpulan data diambil dengan cara pengajuan perijinan
kepada sekolah untuk memakail daftar absen siswa, kemudian membagikan kuisioner
untuk sebagai bahan penelitian. menyebarkan kuisioner
4.2 Analisis Data
Berdasarkan
data-data penelitian yang penulis dapatkan, kami membuat pengelempokan nama-nama
siswa kedalam bentuk tabel. Pengelompokan tersebut kami bagi berdasarkan nama,
tahun kelahiran, arti nama, alasan pemberian nama, dasar penamaan, dan bahasa. Untuk lebih jelas kami paparkan
gambar tabel pengkelompokan nama-nama sebagai berikut:
Kelas 4 SD Jatinanggor
|
Nama Anak
|
Tahun Kelahiran
|
Arti Nama
|
Alasan
Pemberian Nama
|
Dasar Penamaan
|
Bahasa
|
|
|
1
|
Salshabila Rahayu Ningtyas
|
2002
|
Mata air surga
|
Sumber kasih sayang
yang bersih mengalir dari hati yang paling dalam
|
Agama
|
Arab, Jawa
|
|
|
||||||
|
2
|
Tasya Florentina Rahayu
|
2002
|
Nama klub sepak bola
Itali dan cantik
|
bisa dijadikan nama
anak cantik
|
perisiwa
|
Barat, Jawa
|
|
|
||||||
|
3
|
Dinar Rahayu Putri
|
2001
|
putri yang cantik
|
Tanda kasih sayang ke
anak
|
peristiwa
|
Arab, Jawa
|
|
4
|
Ayi mulyadi
|
2000
|
anak yang berhati mulya
|
agar cita-citanya
diridoi alloh
|
Agama Islam
|
Sunda
|
|
5
|
Alvin Solihin
|
2002
|
anak yang kuat dan
soleh
|
semoga menjadi anak
yang berbakti pada orang tua dan anak yang soleh
|
Agama Islam
|
Barat, Arab
|
|
|
||||||
|
6
|
Alda Santos Ramadhan
|
2001
|
lahir di bulan ramadhan
|
semoga kelahirannya
menjadi berkah bagi dirinya dan orangtuanya
|
Agama Islam
|
Barat, Arab
|
|
|
||||||
|
7
|
Asrie Apriana
|
2002
|
rie lahir bulan januari
apriana nama ayah
|
mudah dihapal
|
peristiwa
|
Sunda,
|
|
|
||||||
|
8
|
Gingin Puspilawati
|
2002
|
nama kakek dan neneknya
|
-
|
peristiwa
|
Jawa
|
|
9
|
Ibad Badriah
|
2001
|
perang badar
|
karena waktu
melahirkannya susah seolah-olah perang jadi dinamakan ibad bad'riah
|
peritiwa
|
Arab
|
|
|
||||||
|
|
||||||
|
10
|
Raihan Al ansori
|
2002
|
wawangian angin surga dan penolong
|
supaya menjadi yang sholeh yang selalu menolong
sehingga membawa harum angin surga
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
|
||||||
|
|
||||||
|
11
|
Ridwan Romadhon
|
2001
|
malaikat ridwan dan
bulan ramadhan
|
berahlak yang baik
seperti malaikat ridwan di bulan suci
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
|
||||||
|
12
|
Reihan Nur fauziah
|
2002
|
bunga yang bercahaya
|
Bunga yang bercahaya
disenagi setiap orang
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
|
||||||
|
13
|
Syifa Ainnunisa
|
2001
|
syifa : obat
|
semoga pancaran mata
perempuan yang dapat menjadi obat penenang hati
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
ainun : mata
|
|
|||||
|
nisa : perempuan
|
|
|||||
|
14
|
Setiawan
|
2002
|
Setia
|
semoga menjadi anak
yang setia penurut
|
peritiwa
|
Sunda
|
|
15
|
Vinny Aulia
|
2002
|
Vinny : datang
|
harapan orang tua
menjadi anak pintar
|
peritiwa
|
Barat, Arab
|
|
aulia :
Ilmu
|
|
|||||
|
16
|
Fajar Dani
|
2002
|
fajar : lahir pagi hari
|
lahir membawa awal
sinar kebaikan
|
peristwa
|
Arab,
|
|
Dani : dari kakanya yaitu
|
|
|||||
|
Ida dan Toni
|
|
|||||
|
17
|
Mulyana Dentiana
|
2002
|
mulya artinya mulia
|
mulya didepan alloh dan
orang yang setia
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
dentiana artinya setia
|
|
|||||
|
18
|
Nurul latifah
|
2001
|
nurul artinya soleh
|
menjadi anak soleh dan
pintar
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
latifah artinya pintar
|
|
|||||
|
19
|
Dhika Muhammad
Rokhman
|
2002
|
Dhika artinya anak
kedua
|
semoga menjadi anak
yang dapat ditauladani dan penyayang.
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
muhammad ingin menjadi
|
|
|||||
|
tauladan seperti nabi
|
|
|||||
|
Rohman artinya
penyayang
|
|
|||||
|
20
|
Indah Fatimah
|
2002
|
Indah artinya bagus,
Fatimah putri Rosululloh
|
jadi anak yang baik
seperti putri rosululloh
|
Agama Islam
|
Indonesia, Arab
|
|
|
||||||
|
21
|
Bintang Putri Aristya Julianti
|
2002
|
bintang artinya benda
langit
|
semoga cita-citanya
tercapai setinggi tingginya, dan anaknya cantik.
|
peristiwa
|
Indonesia Barat
|
|
putri artinya mejadi
anak
|
|
|||||
|
cantik seperti putri
|
|
|||||
|
aristia nama seseorang
yang disukai
|
|
|||||
|
22
|
Vielda Nur'aida
|
2002
|
Viel artinya bunga
bugenviel
|
bagaimanapun suasananya
dia akan memberikan keindahan dimata keluarga dan sekitarnya.
|
Agama Islam
|
Barat, Arab
|
|
Da artinya dari nama
saya
|
|
|||||
|
nur artinya cahaya
|
|
|||||
|
ai/ainun artinya mata
|
|
|||||
|
23
|
Divani Fauzia Harnum
|
2002
|
Diva artinya Bintang
yang
|
menjadi anak yang
selalu dipuja dan membawa harum.
|
Peristiwa
|
Barat, Jawa
|
|
selalu di puja.
|
|
|||||
|
Harnum artinya harum
|
|
|||||
|
24
|
Anthon Herdiansyah
|
2002
|
thon diambil dari huruf
fathonah
|
jadi anak yang taat /amanah bagi bangsa dan negara
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
|
||||||
|
25
|
Nurhasanah
|
2002
|
Nur cahaya
|
semoga menjadi cahaya
kebaikan
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
Hasanah baik
|
|
|||||
|
26
|
Sri Widiani
|
2002
|
sri menurut bahasa
sansekerta
|
Widiani masih diijinkan oleh yang Maha Kuasa
untuk anak ke tiga
|
peristiwa
|
Jawa,
|
|
artinya 3.
|
|
|||||
|
|
|
|||||
|
27
|
Rosmalia
|
2001
|
Ros artinya bunga ros
|
banyak
disukai,disenangi orang-orang dan mulia hatinya
|
peristiwa
|
Sunda
|
|
malia artinya mulia
|
|
|||||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Kelas 5 SD Jatinanggor
|
No
|
Nama
|
Tahun Kelahiran
|
Arti nama
|
Alasan
Pemberian Nama
|
Dasar Penamaan
|
Bahasa
|
|
1
|
Adam Helmy Ananda Wibowo
|
2001
|
Anak pertama
|
Ingin menjadi sholeh. Pintar, masuk syurga, dan
patuh pada orangtua
|
Agama Islam
|
Arab, Jawa
|
|
2
|
Ahmad Luthfi Hamlal Basyar
|
2001
|
Yang terpuji, yang lembut, yang membawa kabar
|
Ingin punya anak yang terpuji, yang selalu
membawa kabartentang balasan orang-orang yang beriman dan beramal sholeh
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
3
|
Anita Yuliani Andini
|
2001
|
Agung/putrid bangsawan, bulan Juli, wanita
cantik
|
Ingin menjadikan anak yang cantik, shaleh,
berbakti pada orangtua dan selalu ditinggikan derajatnya.
|
Peristiwa
|
Jawa
|
|
4
|
Auliya Shidqiya Azzahra
|
2001
|
Pemimpin orang yang benar dan mengagungkan
|
Menjadi anak yang sholeh, suri tauladan wanita,
jujur dan berbakti pada orangtua.
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
5
|
Cecelia Sandra Bayanudin
|
2000
|
Irama musik yang berbunga untuk orang-orang yang beriman
|
Bunga mekar yang dialuni oleh orang-orang beriman. Dan
menjadi anak yang soleh disaat besar dan berguna bagi keluarga.
|
|
Barat, Arab
|
|
6
|
Danastri Zakka Muthia
|
2000
|
Bidadari yang cantik dan damai
|
Agar menjadi anak yang soleh, pandai, dan patuh
pada orangtua
|
|
Jawa
|
|
7
|
Eidrus Gasim Shabab
|
2001
|
Menyenangkan hati
|
Agar bisa menyenangkan orang-orang terutama
orangtuanya
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
8
|
Firyal Fadiyah R.R
|
2000
|
Putrid kemenangan di bulan Ramadhan, anak
Rosanda
|
Menjadi anak yang soleh, sehat, pintar, berguna
bagi nusa, bangsa, agama dan orangtua.
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
9
|
Lazuardi Nadziva
|
2001
|
Penjaga bumi yang bersih
|
Menjadi anak yang soleh, pintar, cageur, bener,
singer, gede milik, berbakti sama orangtua, sukses.
|
|
Barat
|
|
10
|
M.Fadhlan Jiyad Ramadhan
|
2001
|
Karunia terbaik di bulan Ramadhan
|
Menjadi anak yang baik dan sholeh terutama di
bulan Ramadhan
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
11
|
M.Rizki Arsy
|
2001
|
Tempat yang paling tinggi/mulia
|
Ingin menjadi anak yang berakhlak mulia
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
12
|
Muh.Fathan Ibadurrohman
|
2001
|
Kemenangan
|
Menjadi anak yang sholeh dan mendapat
kemenangan di mana saja dan kapan saja.
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
13
|
Shali Anggia Rahmani
|
2001
|
Shali : shalat; Anggia singkatan dari anak
gungun – Isti yang pertama: Rahmani selalu disayang Allah
|
Semoga menjadi anak yang selalu menjalankan
shalat dan juga selalu diberi limpahan kasih saying oleh Allah SWT.
|
Singkatan, Agama
|
Arab
|
|
14
|
Abdan Raffi Banin Sokiswo
|
2000
|
Hamba yang tinggi derajatnya dan bijaksana kaya
sejahtera
|
Menjadi hamba yang bijaksana dalam bertindak
dan berfikir dan mendapat derajat yang tinggi karena ketaatannya pada Allah
SWT
|
Agama Islam
|
Arab, Jawa
|
|
15
|
Ali Morteza Imaduddin
|
2000
|
Orang yang diridhoi sebagai penegak agama/din
|
Mempunyai sifat dan karakter seperti Ali bin
Abi Tholib
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
16
|
Amira Kireina Novelia
|
2001
|
Putri cantik yang lahir di bulan November
|
Menjadi anak yang cantik paras dan hatinya,
serta menjadi anak yang solehah dan pintar
|
Peristiwa
|
Arab, Barat
|
|
17
|
Aufa Qaulan Karima
|
2000
|
Selalu menepati janji dan berkata mulia
|
Menjadi anak yang selalu menepati janjinya dan
memenuhi apa yang menjadi tanggung jawabnya, serta selalu berkata mulia
kepada orangtua, guru, teman, dan yang lainnya
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
18
|
Aziman Shiddiq Makarim
|
|
Orang yang memiliki keinginan kuat
|
Memiliki keinginan yang kuat untuk selalu benar
dan memiliki sifat-sifat mulia
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
19
|
Dhia Empilia Syaumi Mumtaz
|
2000
|
Cahaya yang Istimewa lahir di bulan Ramadhan
anak dari Nenk dan Ipin
|
Supaya menjadi cahaya keluarga. Anak yang
menapatkan keistimewaan pada bulan Ramadhan
|
Peristiwa
|
Arab
|
|
20
|
Ilyas Muhammad Rafi
|
2001
|
Nama nabi,
meninggikan derajat
|
Menjadi pribadi yang meninggikan derajatnya
sendiri dan orangtua, sebagaimana para nabi telah melakukannya
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
21
|
Isyaq Muhaqqiq Thalibullah
|
2001
|
kerinduan , hakikat, penuntut ilmu Allah |
Menjadi anak yang selalu rindu terhadap ilmu
Allah
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
22
|
M. Nazrey Al-Gifari
|
2001
|
Orang terdepan ketika perang
|
Menjadi anak sholeh, berguna dan bermanfaat
untuk dirinya dan orang lain
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
23
|
Nurul Izzah
|
2000
|
Cahaya Kemuliaan
|
Supaya menjadi orang yang membawa cahaya
kemuliaan yang menerangkan kepada manusia supaya taat dan patuh pada perintah
Allah.
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
24
|
Putri Novia Agustina
|
2001
|
Seorang perempuan yang dihormati,; pendatang
baru ;lahir di bulan Agustus
|
Sebagai anak pertama yang merupakan pendatang
baru sebagai anugrah dari Allah SWT menjadi generasi Islam yang mulia
|
Peristiwa
|
Indonesia, Barat
|
|
25
|
Rifa Naurah Waddiah
|
2000
|
Bunga yang indah
|
Semoga menjadi anak yang sholehah bagaikan
bunga dalam keluarga yang selalu indah
|
Agama Isam
|
Arab
|
|
26
|
Salma Nurul Izzah
|
2000
|
Selamat; cahaya; keagungan
|
Agar selamat di dunia dan akhirat dan menjadi
cahaya yang membanggakan orangtuannya
|
Agama Islam
|
Arab
|
|
27
|
Zahra Nurul Qiromi
|
2001
|
Bunga; cahaya; karomah
|
Semoga dalam hidupnya selalu menjadi bunga yang
yang memancarkan cahaya/karomah
|
Agama Islam
|
Arab
|
Ket: Bahasa Daerah = 14 Bahasa
Indonesia = 3
Bahasa Arab =
41
Bahasa Barat = 11
Dari
tabel diatas kita dapat melihat bahwa nama-nama siswa kelas 4 dan 5 SD Jatinanggor terjadi hubungan erat antara nama anak
dengan harapan orang tuanya sebagai seorang muslim. Dilihat dari arti nama masing-masing siswa
menunjukan makna nama yang mengagungkan, kemulyaan, kebaikan, kegagahan,
kelembutan, pesona yang menawan, penghambaan, dan ketaatan. Para orangtua
berusaha memberikan nama-nama anaknya dengan nama yang terbaik menurut mereka.
Ada banyak hal yang mendasari orangtua siswa memberikan nama anaknya seperti penamaan
yang diambil dari nama tokoh, nama club sepakbola, nama sifat, nama bulan, nama silsilah
keluarga, nama panca indra,
nama-nama goib, nama gabungan kata, nama tingkatan anggota keluarga, makna
kedudukan, nama tumbuhan dan nama peristiwa.
Dilihat
dari segi bahasa, para orang
tua muslim di sekolah tersebut sudah
banyak terjadi percampuran bahasa antara bahasa lokal/ daerah dengan bahasa asing yaitu dari
timur tengah dan barat. Dari sekian banyak
nama siswa yang kami teliti, banyak orangtua muslim yang memakai bahasa pada penamaan anaknya dengan bahasa
timur tengah yaitu bahasa arab. Mereka
cenderung memberi nama anaknya atas dasar nilai-nilai
agama islam, sebagai bentuk
perwujudan jati diri mereka sebagai seorang muslim. Bahasa
lain yang digunakan orang tua muslim yang memberi nama anaknya dari bahasa
Daerah, Indonesia, dan bahasa dari pengaruh budaya Barat. Untuk lebih jelas
kita bisa melihat tabel persentase perbandingan percampuran bahasa dalam
penamaan anak oleh orang tua muslim di kelas 4 dan 5 SD Jatinanggor sebagai berikut:
|
No.
|
Bahasa
|
Jumlah
|
Persentase %
|
|
1
|
Daerah
|
14
|
26 %
|
|
2
|
Indonesia
|
3
|
5 %
|
|
3
|
Arab
(Timur tengah)
|
41
|
76 %
|
|
4
|
Barat
|
11
|
20 %
|
Tabel: Persentase
Pencampuran Bahasa Pada Nama Anak
Dari tabel diatas kita dapat
mengambil gambaran, bahwa pengaruh sosial, budaya, agama, politik, dan ekonomi
bisa mempengaruhi kepribadian individu, terutama mempengaruhi pola fikir
individu tersebut. Pola fikir yang terbentuk dalam pribadi seseorang akan
mempengaruhi cara pandangnya dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Khususnya
dalam persoalan ini, orang tua yang memberi nama anaknya tergantung pola fikir
yang ia bentuk dalam dirinya. Ketika pengaruh agama islam dari timur tengah
masuk ke Indonesia, secara perlahan masyarakat Indonesia mulai terewarnai oleh
nilai-nilai dan budaya agama Islam, sehingga pola fikri pribadi muslim pun
terbentuk di tengah-tengah masyarakat.
Sumber data-data penelitian tentang
hubungan nama anak dengan harapan orang tua muslim yang kami kaji, ini merupakan salah satu
bukti dari pengaruh nilai-nilai dan budaya islam yang masuk dan membentuk pola
fikir orang tua muslim di kelas 4 dan 5 SD Jatinanggor dalam memberi nama
anaknya. Dari total keseluruhan 54 nama-nama siswa di kelas 4 dan 5 SD
Jatinanggor, persentase yang paling tinggi sekitar 76% memakai bahasa Arab.
Dari pemaknaan yang menjadi dasar penamaan siswa-siswa tersebut, para orang tua
muslim memiliki harapan terhadap anaknya supaya nilai-nilai islam yang mereka
tanamkan melalui nama-nama anaknya bisa terbentuk dalam pribadinya, dan
terwujud dalam perbuatannya sebagaimana seorang muslim yang sejati.
Percampuran bahasa lain dari
nama-nama siswa kelas 4 dan 5 SD Jatinanggor ada sekitar 14% memakai bahasa
daerah, 3 % bahasa Indonesia, dan 11 % orang tua mulai terwarnai oleh pengaruh
budaya Barat.
Memang sudah tidak bisa kita
pungkiri, bahwa budaya Barat saat ini sudah mulai mewarnai kehidupan masyarakat
Indonesia. Apalagi Indonesia sebagai umat Islam terbesar dunia, sudah mulai
terkikis dan tergantikan nilai-nilai dan budaya masyarakat muslimnya dengan
Bangsa Barat. Ini merupakan sebuah ancaman bagi umat Muslim di Indonesia, khususnya
bagi para orang tua muslim Indonesia harus mulai ambil sikap untuk memprotek
keluarganya dari pengaruh negative nilai-nilai dan budaya barat saat ini.
Salah
satu dampak yang terihat pada saat ini dari pengaruh budaya barat adalah
harapan orang tua terhadap nama anaknya yang mengidolakan artis-artis,
tokoh-tokoh dan nama-nama dari istilah barat supaya terlihat modern. Ini
bukanlah modernisasi sebagaimana harapan orang tua pada anaknya, tetapi ini
merupakan westernisasi, yang mana para orang tua harus menyadari dari dampak
negativnya.
BAB V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Bedasarkan
kajian kita diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa kedudukan nama pada seseorang berfungsi sebagai bahasa komunikasi dan
identitas diri dari pemilk namanya. Kedudukan nama bukan hanya mewakili
identitas diri dari pemiliknya, tetapi bisa juga mewakili jalan pikiran dari
orang tuanya.
Nama
yang diberikan orangtua kepada anaknya akan mempengaruhi kepribadian, kemampuan
anak dalam berinteraksi dengan orang lain, dan bagaimana cara orang menilai
diri pemilik namanya
Dalam
Islam nama adalah doa. Orangtua muslim di kelas 4 dan 5 SD Jatinanggor
cenderung memberikan nama-nama anaknya diambil dari bahasa arab, yang mengandung makna nilai-nilai islami. Hal ini bisa menggambarkan bahwa sebagai
orangtua muslim, antara nama anak dengan harapan orang tuanya menjadi sesuai.
Namun orangtua muslim yang sudah terpengaruh budaya barat, cenderung memberikan
nama anaknya dengan nama-nama kebarat-baratan. Kondisi seperti ini mengakibatkan
antara harapan orangtua muslim dengan nama anaknya menjadi tidak sesuai.
.
5.2 Saran
Sebagai
seorang muslim sebaiknya kita selaku orangtua bisa memberikan nama-nama yang
baik bagi anaknya sesuai dengan tuntunan agama Islam. Walau pengaruh budaya
barat sudah menyebar dimasyarakat, namun kita sebagai orangtua muslim harus
mampu bersikap bijak untuk memberikan nama-nama yang baik sebagai identitas seorang
muslim pada diri anaknya.
DAFTAR PUSTAKA
Aslinda dan
Syafyahya, Leni.2007. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: Refika
Aditama.
Kartasasmita, Anna
Mariana. 2008. Pengaruh Nama Pada Anak.Tersedia Dalam:
www.dakwatuna.com
. 26 November 2011.
Sugiyono. 2007. Metode
Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,
dan
R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumarsono dan
Partana, Paina. 2004. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Sabda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar